Filsafat Esensialisme dalam Perspektif Pendidikan Islam dan Pembentukan Karakter
DOI:
https://doi.org/10.63199/attafakkur.v1i1.2Keywords:
Filsafat Esensialisme, Pendidikan Islam, Pembentukan KarakterAbstract
Tujuan pendidikan nasional ialah mengembangkan kemampuan dasar peserta didik supaya dapat berkembang membentuk seseorang yang berbaik hati kemudian berpikiran baik sehingga berperilaku baik, memperkokoh dan mewujudkan perilaku masyarakat yang heterogen, mengembangkan peradaban bangsa yang kompetitif. Penulis memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan dari berbagai sumber terkait. Aliran esensialisme dianggap para ahli sebagai "conservatif road to culture, "yakni aliran ini ingin kembali kepada kebudayaan lama warisan sejarah yang telah membuktikan kebaikannya bagi kehidupan manusia. Karakter seringkali juga dimaknai pandangan hidup seseorang yang menjadi pedoman dalam menanggapi dan menyikapi peristiwa-peristiwa kehidupan sehari-hari. Proses pendidikan karakter dipandang sebagai usaha sadar dan terencana, bukan usaha yang sifatnya terjadi secara kebetulan. Thomas Lickona mengemukakan karakter berkaitan dengan konsep moral, sikap moral, dan perilaku moral. Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakan bahwa karakter yang baik didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik dan melakukan perbuatan kebaikan. Pembentukan karakter dalam pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk individu yang berakhlak mulia, berperilaku baik, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.