Tradisi Genduri sebagai Sarana Konstruksi Solidaritas Sosial dan Religiusitas Masyarakat: Studi Kasus di Desa Tajug, Siman, Ponorogo

Authors

  • Asyirotul Ridho UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.63199/attafakkur.v1i2.17

Keywords:

Tradisi Genduri, Kearifan Lokal, Solidaritas Sosial, Nilai Keagamaan, Masyarakat Jawa.

Abstract

Tradisi genduri merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Jawa yang hingga kini masih dipraktikkan sebagai bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Di tengah arus modernisasi yang berpotensi menggeser berbagai tradisi lokal, masyarakat Desa Tajug, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo masih mempertahankan tradisi genduri sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial dan religiusitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi genduri serta menganalisis nilai-nilai sosial keagamaan yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala dusun, tokoh agama, serta tokoh pemuda Desa Tajug. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi genduri di Desa Tajug mengalami transformasi dari praktik yang bercorak tradisional menuju bentuk yang lebih bernuansa Islam tanpa menghilangkan fungsi sosialnya. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai media ungkapan syukur dan doa kepada Tuhan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat hubungan kekeluargaan, solidaritas sosial, gotong royong, serta harmonisasi hubungan antarwarga. Selain itu, tradisi genduri berperan dalam mempertahankan identitas budaya lokal dan menjadi ruang pewarisan nilai-nilai sosial keagamaan kepada generasi muda. Dengan demikian, tradisi genduri tetap relevan sebagai mekanisme integrasi sosial dan penguatan religiusitas masyarakat di tengah perubahan sosial yang berlangsung.

References

Dewi Susanti, Rina. 2017. “TRADISI KENDURI DALAM MASYARAKAT JAWA PADA PERAYAAN HARI RAYA GALUNGAN DI DESA PURWOSARI KECAMATAN TEGALDLIMO KABUPATEN BANYUWANGI (Kajian Teologi Hindu).” Jurnal Penelitian Agama Hindu 1 (2): 489. https://doi.org/10.25078/jpah.v1i2.286.

Djono, Djono. 2022. “Kenduri Dalam Perspektif Sejarah Untuk Pengembangan Bahan Ajar Sejarah Lokal.” Sejarah Dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya 16 (2): 248. https://doi.org/10.17977/um020v16i22022p248-264.

Fadillah, Muhammad Nurul, Harles Anwar, and Siti Zainab. 2020. “Tradisi Kenduri Kematian di Desa Kampung Baru, Kabupaten Katingan.” Syams: Jurnal Kajian Keislaman 1 (2): 1–9. https://doi.org/10.23971/js.v1i2.2494.

Faristiana, Andhita Risko. 2022. “LUNTURNYA TRADISI KENDURI PADA MASA PANDEMI COVID-19.” JUSMA: Jurnal Studi Islam Dan Masyarakat 1 (2): 97–112. https://doi.org/10.21154/jusma.v1i2.1224.

Hantono, Dedi, and Diananta Pramitasari. 2018. “ASPEK PERILAKU MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL PADA RUANG TERBUKA PUBLIK.” Nature: National Academic Journal of Architecture 5 (2): 85. https://doi.org/10.24252/nature.v5i2a1.

Izzah, Lathifatul, Moh Ismail, and Maskuri Bakri. n.d. “TRADISI KENDURI PERSPEKTIF PENDIDIKAN.”

Muniri, Anma. 2020. “Tradisi Slametan : Yasinan Manifestasi Nilai Sosial-.” Jurnal Pendidikan Pengetahuan Ilmu Sosial, 9.

Ningsih, Tutuk. 2019. “TRADISI SAPARAN DALAM BUDAYA MASYARAKAT JAWA DI LUMAJANG.” IBDA` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya 17 (1): 79–93. https://doi.org/10.24090/ibda.v17i1.1982.

Purwaningrum, Septiana, and Habib Ismail. 2019. “Akulturasi Islam Dengan Budaya Jawa: Studi Folkloris Tradisi Telonan Dan Tingkeban Di Kediri Jawa Timur.” Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial Dan Budaya 4 (1): 31–42. https://doi.org/10.25217/jf.v4i1.476.

Riyadi, Muhammad Irfan, and Syahrul Hakiki. 2021. “DAKWAH INTEGRATIF RADEN JAYENGRONO DI KABUPATEN PEDANTEN PONOROGO ABAD KE-18 M.” Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era 1 (1): 343–59.

Sugiyon. 2015. METODE PENELITIAN PENDIDIKA: Pendketan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&d. Bandung: Alfabeta.

Susanti, Jijah Tri, and Dinna Eka Graha Lestari. 2021. “Tradisi Ruwatan Jawa Pada Masyarakat Desa Pulungdowo Malang.” Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial 4 (2): 94–105. https://doi.org/10.22219/satwika.v4i2.14245.

Susanti, Sinta Ari, and Prasetio Rumondor. 2022. “Dialektika Agama Dan Budaya : Tradisi Kenduri Sebagai Ekspresi Religius” 17 (1): 39–48.

Syaidatul Izam. 2016. “Fakultas Adab Dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam , Banda Aceh.” Core.Ac.Uk.

Syaputra Z.E., Deki. 2019. “Ritus Dan Manuskrip: Analisis Korelasi Naskah Dengan Kenduri Sko Di Kerinci.” Hadharah 13 (2): 79–102.

Tulungagung, Iain. 2018. “Jurnal IKADBUDI Volume 7, Agustus 2018 ISSN 2089-7537” 7.

Downloads

Published

2026-06-04

How to Cite

Tradisi Genduri sebagai Sarana Konstruksi Solidaritas Sosial dan Religiusitas Masyarakat: Studi Kasus di Desa Tajug, Siman, Ponorogo. (2026). At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies, 1(2), 51-62. https://doi.org/10.63199/attafakkur.v1i2.17