Moderasi Beragama dalam Pendidikan Agama Islam Multikultural: Telaah Akulturasi Tradisi Pranikah Masyarakat Jawa

Authors

  • L.Oktavia UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.63199/attafakkur.v1i2.19

Keywords:

Moderasi Beragama, Pendidikan Agama Islam Multikultural, Akulturasi, Tradisi Pranikah, Masyarakat Jawa

Abstract

Hubungan antara ajaran Islam dan tradisi lokal dalam masyarakat Jawa merupakan realitas sosial yang terus berkembang, khususnya dalam praktik-praktik pranikah yang masih dipengaruhi oleh berbagai ketentuan adat seperti perhitungan weton, larangan jilu, dan pemilihan waktu pernikahan. Di sisi lain, pendidikan agama Islam multikultural dan moderasi beragama menawarkan pendekatan yang menempatkan nilai-nilai agama dan budaya secara proporsional dalam kehidupan masyarakat. Namun, kajian yang secara khusus membahas akulturasi tradisi pranikah adat Jawa dalam perspektif pendidikan agama Islam multikultural dan moderasi beragama masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan agama Islam multikultural dalam membangun sikap moderasi beragama terhadap praktik-praktik pranikah masyarakat Jawa serta mengidentifikasi bentuk-bentuk akulturasi antara nilai-nilai Islam dan tradisi lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber pustaka, meliputi buku, artikel ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam multikultural berkontribusi dalam menumbuhkan pemahaman keagamaan yang inklusif, toleran, dan akomodatif terhadap budaya lokal selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Tradisi pranikah adat Jawa, seperti weton, bibit, bebet, bobot, dan berbagai pantangan perkawinan, dapat dipahami sebagai bagian dari kearifan lokal yang memiliki fungsi sosial dan budaya bagi masyarakat Jawa. Dengan demikian, moderasi beragama melalui pendidikan agama Islam multikultural dapat menjadi pendekatan strategis dalam membangun harmoni antara nilai-nilai keislaman dan tradisi budaya lokal sehingga tercipta kehidupan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

References

Alif, N., Mafthukhatul, L., & Ahmala, M. (2020). Akulturasi Budaya Jawa dan Islam Melalui Dakwah Sunan Kalijaga. Al-’Adalah: Jurnal Syariah Dan Hukum Islam, 23(2), 143–162. https://doi.org/https://doi.org/10.35719/aladalah.v23i2.32

Arifin, H. P. (2018). Politik Hukum Cagar Budaya dalam Perlindungan Identitas Bangsa Indonesia. Veritas et Justitia, 4(2), 470–492. https://doi.org/10.25123/vej.3008

Eliza, D. (2017). Pengembangan Model Pembelajaran Karakter Berbasis Cerita Tradisional Minangkabau Untuk Anak Usia Dini. Pedagogik: Jurnal Anak Usia Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 3(3), 153–163. https://doi.org/10.30651/pedagogi.v3i3b.1072

Juwaini, M., Taslim, & Husna, A. (2022). Moderasi Beragama dalam Masyarakat Multikultural. UIN Ar-Raniry.

Liliweri, A. (2021). Memahami Makna Kebudayaan dan Peradaban: Seri Pengantar Studi Kebudayaan. Nusamedia.

Mardianti, A., Farida, A., Dimyati, M., Dwilestari, I., & Nurkholis. (2022). Tradisi Masyarakat Adat Jawa terhadap Pantangan Pernikahan Bulan Muharam Perspektif Hukum Islam. At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam Dan Mu’amalah, 10(2), 69–78.

Mustofa, M., Bara, A. B., Khusaini, F., & Ashari, A. (2023). Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research). Get Press Indonesia.

Nadhiroh, U., & Setyawan, B. W. (2021). Peranan Pembelajaran Bahasa Jawa dalam Melestarikan Budaya Jawa. JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra Dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.26877/jisabda.v3i1.9223

Nopriyanti, M. N., & Sudjarwo. (2022). Larangan Tradisi Perkawinan Adat Jawa Jilu Siji Jejer Telu. Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora, 2(1), 21–34. https://doi.org/10.53625/jpdsh.v2i1.4096

Presiden Republik Indonesia. (2017). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Setiawan, E. (2022). Larangan Pernikahan Weton Geyeng dalam Adat Jawa. Journal of Urban Sociology, 5(2), 81–90. https://doi.org/10.30742/jus.v5i2.2431

Setyaningsih, R. (2020). Akulturasi Budaya Jawa Sebagai Strategi Dakwah. Ri’ayah: Jurnal Sosial Dan Keagamaan, 5(1), 74–82.

Silsilah Rafid. (2013). Al-Tarbiyah Al Isriyah. Jami’ah Ummul Quro.

Downloads

Published

2026-06-19

How to Cite

Moderasi Beragama dalam Pendidikan Agama Islam Multikultural: Telaah Akulturasi Tradisi Pranikah Masyarakat Jawa. (2026). At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies, 1(2), 95-103. https://doi.org/10.63199/attafakkur.v1i2.19